63 Sipil, Satu Anggota Polri Diringkus Operasi Bersih-Bersih Sindikat Narkoba di Kukar

sabu
HUMAS RESKUKAR – Julukan sebagai daerah kaya untuk Kutai Kartanegara, ternyata cukup membuat para sindikat Narkoba Internasional tergiur lalu menjadikan daerah ini sebagai basis peredaran. Bahkan hingga di daerah pelosok, peredarannya pun rupanya semakin luas dan menguntungkan. Kukar pun menjadi daerah ketiga Se-Kaltim untuk urusan peredaran barang haram tersebut.
Dalam pers rilis yang digelar Polres Kukar, disebutkan ada 64 tersangka terjerat dalam kurun waktu operasi 22 hari. Operasi khusus dengan sandi Berantas Sindikat Narkoba (Bersinar) Mahakam 2016 itu, rupanya juga menjerat satu oknum anggota Polres Kukar berinisial Jt (28) yang terindikasi sebagai pengguna sekaligus pengedar narkoba.
Sepak terjang para pengedar Narkoba Internasional benar-benar nyata membidik Kukar sebagai daerah potensial. Dari informasi Polres Kukar, ratusan gram sabu dipastikan dikonsumsi oleh pengguna di Kukar. Sejumlah negara seperti Malaysia, Filiphina dan Tiongkok disebut-sebut sebagai  daerah pemasoknya. Oknum aparat pun diduga sebagai beking pengusaha kristal haram itu.
Dipimpin Wakapolres Kukar Kompol Indratmoko, S.Ik didampingi oleh Kabag Ops Kompol Andre Anas, S.Ik dan Kasat Resnarkoba AKP Suwarno, SH, MH , ia menyebutkan jika oknum anggotanya tersebut sudah 18 hari tak masuk kerja. Saat dilakukan penjemputan oleh anggota Provos Polres Kukar, rupanya diketahui Jt menyimpan satu poket sabu-sabu. Waka Polres bahkan menyebut jika laporan atas dugaan penggunaan narkoba oleh Jt, sudah lama didengarnya.”Ini bukti bahwa kami tidak pandang bulu atas pemberantasan kasus narkoba. Semua anggota bahkan kita lakukan tes urin secara rutin,” kata Waka Polres.
Dalam operasi khusus tersebut, anggota Polsek Loa Janan, Samboja dan Kota Bangun disebut sebagai pengungkap kasus terbanyak. Bahkan Polsek Samboja berhasil menyentuh sindikat pengedar sabu kelas satu jenis blue ice. Dari operasi bersinar tersebut, diamankan 255,9 gram sabu 4.248 butir pil koplo, dan uang tunai Rp 60,4 juta sebagai barang bukti. 
Untuk klasifikasi umur yang paling muda yang terjerat dalam operasi bersinar yaitu seorang perempuan berinisial A (17) yang diringkus di Kota Bangun. Perempuan yang sudah pernah dua kali menikah ini diketahui berperan sebagai kurir sekaligus pengedar narkoba. Untuk peredaran narkoba di pelosok Kukar, rupanya justru menjadi daerah potensial. Apalagi terdapat kawasan perusahaan tambang batubara dan perkebunan. Sejumlah oknum karyawan menggunakan narkoba sebagai obat kuat untuk bekerja.
Bahkan pengendali narkoba di Kukar disebut-sebut adalah tahanan dari sejumlah Lapas di Kaltim. Pengakuan tersebut diperoleh polisi dari para pengedar besar di Kukar. “Tidak sedikit narkoba yang dikendalikan oleh para bandar yang berada di dalam lapas. Sudah sering kami temukan yang seperti ini,” tambah Waka Polres.

KOMENTARI

Please enter your comment!
Please enter your name here