Kapolda Kaltim di HUT YKB Ke-37: Masyarakat Ikut Menikmati Keberadaan Yayasan Ini

BAGIKAN

Poldakaltim.com, BALIKPAPAN,- Kapolda Kaltim Irjen Pol. Drs. Safaruddin menghadiri acara HUT Yayasan Kemala Bhayangkari (YKB) Ke-37 Tahun 2017 di Ruang Mahakam Mako Polda Kaltim, Jl. Syarifuddin Yoes, Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (22/5/2017).

Selain memberikan sambutan, Kapolda Kaltim bersama Ketua Pengurus Daerah Kemala Bayangkari Kaltim melakukan pemotongan tumpeng, dan menyerahkan beasiswa kepada putra putri Polisi yang berperstasi. Acara ini dihadiri Wakapolda Kaltim, Pejabat Utama Polda Kaltim, Kasatwil, Ketua-ketua Bayangkari Daerah beserta seluruh pengurus dan Yayasan YKB, Kapolres bersama istri,serta tamu undangan lainnya.

Irjen Pol Drs. Safaruddin selaku Pimpinan Polda Kaltim  mengucapkan selamat ulang tahun, dan berterimakasih kepada Yayasan, Pengurus Yayasan, Panitia, juga kepada sekolah-sekolah Bhayangkari yang sudah memberikan prestasi yang dicapai baik tingkat daerah dan nasional.

Di samping itu, Kapolda berpesan agar jajaran YKB senantiasa memperbaiki kinerja, sehingga akan bisa berkembang dan lebih matang, dalam rangka mengantisipasi perkembangan di masyarakat. Selain itu, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus diikuti pekembangannya.

“Kita tahu pada tanggal 5 Mei 1980 berdiri Yayasan Kemala Bhayangkari ini dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia keluarga besar Polri. Tetapi dalam perkembangannya bukan hanya keluarga Polri saja, karena masyarakat ikut menikmati keberadaan yayasan ini. Kita bisa lihat murid-murid dari sekolah-sekolah Bhayangkari ini, mungkin sebagian besar dari masyarakat. Itu menandakan betapa besarnya perkembangan Yayasan Kemala Bhayangkari,” kata Kapolda Kaltim.

Terkait tema HUT YKB tahun ini: Berperan aktif mempersiapkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkarakter baik melalui pendidikan yang merata dan berkualitas, Kapolda berharap komponen-komponen tersebut harus menjadi hubungan kemitraan yang harmonis antara yang satu dengan yang lain. Guru-guru harus terjalin komunikasi yang harmonis, antara guru dengan orangtua, juga dengan muridnya.

“Jangan muridnya sudah terkena narkoba, guru tidak tahu sama sekali. Artinya guru juga harus memperhatikan anak didiknya, di samping memberikan pengetahuan. Bukan memberi pelajaran semata, tetapi mendidik juga memperhatikan perilaku-perilaku anak didik,” kata Kapolda Kaltim.

Menurut Kapolda, sopan santun, perilaku yang harus dibangun terhadap anak didik. Anak didik, harus diajarkan sopan santun, menghormati orangtua, menghargai guru dan orang lain. Bagaimana dikembangkan perilaku-perilaku toleransi.

“Sekarang lagi marak-maraknya intoleransi. Selalu tidak menghargai satu dengan yang lain. Perbedaan-perbedaan yang ada menjadi permasalahan yang besar di negara kita ke depan. Jadi saya minta, guru-guru Bhayangkari  mulai dari yang SD menanamkan bagaimana bertoleransi antara sesama, bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan agama, dan sebagainya,” katanya.

Kita, kata Kapolda, dihadapkan kondisi globalisasi yang saat ini kemajuan Iptek. Persaingan global menunggu kita. Yang ditandai dengan kemajuan iptek. Moral, masalah ekonomi, sosial budaya dan idiologi bangsa Indonesia.

“Di luar sana kita menghadapi, krisis moral, pergaulan bebas, tawuran antara anak sekolah. Mudah-mudahan di Balikpapan ini tidak terjadi,” harap Kapolda.

Ada pula, sekolah elit, dimana murid-muridnya berasal dari kalangan menengah ke bawah, yang kadang-kadang harus dibebaskan dari biaya-biaya dengan mensubsidinya. Bahkan dari bantuan dari berbagai pengurus sendiri.Sementara itu, Ketua PD Kaltim, Ny Renny Safaruddin dalam sambutannya mengatakan YKB dibentuk dari hasil pemikiran kepedulian dan nilat mulia para pemimpin waktu itu agar dapat ikut serta berperan dalam pendidikan putra-putri bangsa indonesia. Atas semangat dan kerja kerasnya, YKB yang tersebar di seluruh Indonesia  berhasil mempunyai sekolah TK, SD, SMP, SMU, SMK, bahkan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk anak berkebutuhan khusus, dan disabilitas.

 

“Namun kami merasa bangga, karena sekolah taman kanak-kanak yang adalah pendidikan usia dini, banyak melayani ke pelosok negeri. Kebanggan ini makin bertambah, YKB bisa bertahan 37 tahun, ikut terlibat dalam mencerdasakan anak bangsa yang merupakan generasi penerus NKRI yang kita cintai,” kata Ny Renny Safaruddin.

Generating...

TIDAK ADA KOMENTAR

KOMENTARI